Antisipasi Lonjakan Mudik, Kapolres Pasuruan Pastikan Pos Pelayanan Siaga Penuh



Pasuruan, Radar Nusa
Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono turun langsung ke lapangan. Tak ingin ada celah sekecil apa pun dalam pengamanan, ia melakukan inspeksi mendadak ke pos pelayanan strategis di jalur tol.

Sidak dilakukan di Rest Area 66A Purwodadi dan Rest Area 66B Purwodadi, Selasa (17/3/2026) sore—dua titik krusial yang diprediksi menjadi simpul kepadatan pemudik.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan Ny. Abel Harto Agung, Wakapolres Kompol Andy Purnomo, serta jajaran Pejabat Utama, Kapolres menelusuri langsung kesiapan personel hingga fasilitas di lapangan.

“Tidak boleh ada celah. Sekecil apa pun kekurangan harus segera dibenahi. Semua personel harus siap, baik fisik, mental, maupun kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat,” tegas Harto Agung Cahyono.

Pengecekan tak dilakukan secara simbolis. Kapolres memeriksa langsung kelengkapan vital di pos pelayanan—mulai dari alat komunikasi, layanan kesehatan, hingga kesiapan ruang istirahat bagi pemudik.

Langkah ini penting, mengingat rest area menjadi titik krusial yang tak hanya dipadati kendaraan, tetapi juga rawan kelelahan pengemudi, potensi kecelakaan, hingga gangguan keamanan.

Kapolres juga menekankan pentingnya kehadiran polisi yang tidak sekadar berjaga, tetapi benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat.

“Utamakan sikap humanis. Respons cepat dan empati kepada pemudik itu kunci. Mereka butuh rasa aman, bukan sekadar pengawasan,” tambahnya.

Rest Area 66 A dan 66 B Purwodadi dikenal sebagai salah satu titik favorit pemudik di jalur Pasuruan–Malang. Lonjakan kendaraan pada jam-jam tertentu berpotensi memicu kepadatan bahkan penumpukan kendaraan di dalam area.

Karena itu, kesiapan pos pelayanan menjadi krusial—bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai pusat respon cepat jika terjadi kondisi darurat.

Selain memastikan kesiapan internal, Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan saat lelah.

“Manfaatkan pos pelayanan. Jangan paksakan diri. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan sampai tujuan,” pesannya.

Di akhir pengecekan, Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan mudik tidak hanya bergantung pada kepolisian, tetapi juga sinergi seluruh unsur—dari TNI, dinas perhubungan, tenaga kesehatan, hingga relawan.

Dengan inspeksi langsung ini, Polres Pasuruan mengirim pesan tegas: pengamanan mudik bukan rutinitas tahunan semata, melainkan operasi serius yang menuntut kesiapan tanpa kompromi.

Di tengah potensi lonjakan jutaan pemudik, satu prinsip ditegakkan: tak boleh ada celah.(Tom)

Tidak ada komentar untuk "Antisipasi Lonjakan Mudik, Kapolres Pasuruan Pastikan Pos Pelayanan Siaga Penuh"