Di Balik Ketatnya Ops Ketupat, Ini ‘Senjata Rahasia’ Polres Pasuruan Jaga Mental Anggota Tetap Waras
Pasuruan, Radar Nusa
Di balik padatnya arus mudik dan tingginya tekanan pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026, ada satu sisi yang jarang terlihat: kondisi mental para personel di lapangan. Polres Pasuruan memilih langkah tak biasa—menurunkan tim konselor langsung ke pos pengamanan.
Bertempat di Pos Pengamanan Cimory Prigen, Rabu (18/3/2026), personel yang berjaga tak hanya mendapat tugas rutin, tetapi juga “ruang bernapas” lewat layanan dukungan psikologis di tengah beban kerja yang terus meningkat.
Melalui Bagian SDM, tim konselor diterjunkan untuk memberikan pendampingan langsung—mulai dari konseling ringan, motivasi kerja, hingga edukasi menjaga kesehatan mental dan fisik. Langkah ini menjadi respons atas tingginya potensi kelelahan dan stres selama operasi berskala besar berlangsung.
Kapolres Pasuruan, Harto Agung Cahyono, menegaskan bahwa kesiapan mental bukan lagi pelengkap, melainkan faktor kunci dalam keberhasilan pengamanan.
“Tekanan di lapangan itu nyata. Kalau mental tidak dijaga, fokus bisa terganggu. Kami ingin personel tetap profesional, humanis, dan siap menghadapi situasi apa pun,” tegasnya.
Operasi Ketupat dikenal sebagai salah satu operasi paling kompleks setiap tahunnya. Jam kerja panjang, lonjakan volume kendaraan, hingga potensi konflik di lapangan menjadi tantangan yang tak ringan. Dalam kondisi seperti ini, kelelahan mental kerap menjadi “musuh senyap” yang jarang disorot.
Langkah Polres Pasuruan ini mencerminkan perubahan pendekatan: dari sekadar pengamanan fisik menuju perhatian serius terhadap kesehatan psikologis aparat.
Dalam sesi tersebut, personel diajak melakukan stretching ringan, teknik relaksasi, hingga pengaturan waktu istirahat. Tak hanya itu, mereka juga didorong menjaga kekompakan lintas instansi—faktor penting dalam operasi terpadu.
Hasilnya terlihat langsung. Sejumlah anggota mengaku merasa lebih segar dan percaya diri setelah mengikuti sesi tersebut, bahkan lebih siap menghadapi tekanan di lapangan.
Kabag SDM Polres Pasuruan, Dante Anan Irawanto, menyebut program ini sebagai langkah strategis yang akan terus dikembangkan.
“Kami melihat dampaknya positif. Ini bukan hanya soal kesehatan individu, tapi juga kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Langkah ini mengirim pesan kuat, keberhasilan pengamanan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel dan strategi lapangan, tetapi juga oleh kondisi mental mereka yang bertugas di garis depan.
Dengan pendekatan ini, Polres Pasuruan tak hanya menjaga arus mudik tetap lancar, tetapi juga memastikan para penjaganya tetap “utuh”—secara fisik maupun mental. (Tom)

Tidak ada komentar untuk "Di Balik Ketatnya Ops Ketupat, Ini ‘Senjata Rahasia’ Polres Pasuruan Jaga Mental Anggota Tetap Waras"
Posting Komentar