BUMDesma Gempol Sejahtera Benahi Arah, Bidik Kemandirian 2026


Pasuruan, Radar Nusa
BUMDesma “Gempol Sejahtera” di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang selama ini dikenal sebagai pengelola utama dana bergulir antar desa dengan aset miliaran rupiah dan jaringan lintas desa, mulai menata ulang arah bisnisnya. Transformasi ini ditegaskan dalam Musyawarah Antar Desa Pertanggungjawaban (MADPJ) 2025 dan Perencanaan 2026 di Aula Kecamatan Gempol, Senin (27/4/2026).

Forum yang dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brehaspati, kepala desa, BPD, dan pengurus BUMDes se-Gempol itu mencatat kinerja 2025 relatif sehat. BUMDesma membukukan aset Rp2,66 miliar, utang Rp113 juta, modal Rp2,54 miliar, dan laba Rp33,7 juta. Namun, tantangan serius masih membayangi, terutama dominasi piutang hingga hampir 90 persen dari aset yang berdampak pada likuiditas.

Direktur BUMDesma, Abdul Khafidz, mengungkapkan sejumlah persoalan krusial, mulai dari tunggakan pinjaman kelompok, lambatnya perputaran dana, belum berkembangnya unit usaha toko, keterbatasan SDM, hingga minimnya kemitraan usaha.

Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan lembaga terletak pada modal dan legalitas, sementara kelemahan utama ada pada tingginya tunggakan dan kapasitas SDM. Peluang pengembangan usaha baru masih terbuka lebar, namun dibayangi ancaman kredit macet.

Menghadapi kondisi itu, BUMDesma Gempol Sejahtera menetapkan strategi 2026: fokus penanganan tunggakan, penguatan tata kelola, pengembangan unit usaha baru, peningkatan kualitas SDM, serta perluasan kerja sama. Kebijakan pengetatan pembiayaan, prioritas laba untuk penguatan modal, dan audit berkala juga akan diterapkan.

“Target kami jelas, menurunkan tunggakan, memperbaiki likuiditas, meningkatkan pendapatan, dan membangun usaha baru agar BUMDesma benar-benar mandiri dan berkelanjutan,” tegas Abdul Khafidz.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD, Eka Wara Brehaspati, mengingatkan agar BUMDesma tidak lagi bergantung pada sektor simpan pinjam. Ia mendorong penguatan sektor usaha riil dan kolaborasi dengan koperasi desa.

“Momentum Koperasi Desa Merah Putih harus dimanfaatkan untuk transformasi. BUMDesma harus lebih adaptif, produktif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi desa,” ujarnya.(Tom)

Tidak ada komentar untuk "BUMDesma Gempol Sejahtera Benahi Arah, Bidik Kemandirian 2026"