Jumat ASRI Tanpa Sekat, Warga–Pejabat Turun Tangan Percantik Bundaran Apolo


Pasuruan, Radar Nusa
Bundaran Apollo di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, mendadak ramai sejak Jumat (24/4/2026) pagi. Bukan karena kemacetan, melainkan aksi gotong royong besar-besaran. Ratusan warga, komunitas, hingga pejabat daerah tumpah ruah, menyapu, memangkas, dan menata kawasan yang selama ini dikenal sebagai pintu masuk wilayah barat Kabupaten Pasuruan.

Gerakan bertajuk “Jumat ASRI” (Aman, Sehat, Resik, Indah) ini tak sekadar bersih-bersih biasa. Aksi ini menjadi simbol kebangkitan kepedulian kolektif terhadap wajah kota. Sampah disisir hingga ke sudut, rumput liar dirapikan, dan area bundaran mulai ditata agar tampil lebih representatif.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Wakil Ketua DPRD Hj. Adinda Denisa, anggota DPRD H. Elyas, serta jajaran Forkopimcam Gempol. Deretan organisasi dan komunitas pun tak ketinggalan ambil bagian—KNPI, Ansor, FPRB, Karang Taruna, Pramuka, hingga komunitas Info Seputar Gempol (ISG) bahu-membahu tanpa sekat.

Camat Gempol Hadi Mulyono yang menjadi motor penggerak kegiatan ini menegaskan, Jumat ASRI bukan agenda seremonial sesaat.

“Ini gerakan bersama. Kalau lingkungan ingin bersih dan indah, semua harus terlibat. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” tegasnya di sela kegiatan.

Ia bahkan memastikan, aksi serupa akan terus digelar hingga Bundaran Apollo benar-benar berubah wajah.

“Kita targetkan kawasan ini jadi ikon kebanggaan. Bersih, rapi, dan enak dipandang,” ujarnya optimistis.

Dukungan penuh juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Hj. Adinda Denisa. Ia menyebut inisiatif warga ini sebagai energi positif yang harus dijaga.

“Bundaran Apollo adalah etalase Pasuruan dari arah barat. Kalau bersih dan tertata, kesan pertama orang terhadap daerah ini juga baik,” katanya.

Tak berhenti di situ, sejumlah gagasan penataan kawasan mulai mengemuka. Mulai dari pembangunan taman bermain hingga konsep taman hutan kota, kini tengah masuk tahap kajian.

“Semua aspirasi kita tampung. Ke depan, kawasan ini bisa berkembang jadi ruang publik yang hidup,” imbuhnya.

Aksi Jumat ASRI pun menjadi lebih dari sekadar kerja bakti. Ia menjelma menjadi gerakan kolektif—menyatukan warga, komunitas, dan pemerintah dalam satu tujuan: menghadirkan wajah Pasuruan yang bersih, sehat, dan membanggakan.(Tom)