230 Cakades Ikuti Pembekalan, Begini Pesan Bupati Sidoarjo


Sidoarjo, Radar Nusa
Aroma pertarungan politik desa mulai terasa menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 230 calon kepala desa (cakades) dari 80 desa di 17 kecamatan dikumpulkan di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (7/5/2026), untuk mengikuti pembekalan khusus jelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Namun pembekalan itu bukan sekadar seremoni. Di hadapan ratusan cakades, Bupati Sidoarjo Subandi melontarkan peringatan keras terkait potensi konflik politik dan bahaya tingginya biaya Pilkades yang dinilai dapat menyeret kepala desa ke pusaran korupsi.

“Komitmen kita Pilkades damai. Jangan sampai Pilkades tanggal 24 Mei nanti menjadi kegaduhan di desa. Semua calon dan tim sukses harus menjaga stabilitas politik,” tegas Subandi.

Pernyataan itu disampaikan menyusul meningkatnya tensi politik di sejumlah desa menjelang tahapan kampanye. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Forkopimda bahkan telah memetakan wilayah-wilayah yang dianggap rawan gesekan politik dan konflik horizontal.

“Kita sudah mapping daerah-daerah yang rawan politiknya tinggi,” ujarnya.

Subandi menegaskan, Pilkades seharusnya menjadi ruang demokrasi yang sehat untuk melahirkan pemimpin desa berkualitas, bukan justru memecah hubungan sosial masyarakat. Ia meminta seluruh kandidat mengedepankan adu gagasan ketimbang praktik saling serang maupun mobilisasi massa yang berpotensi memicu kericuhan.

Sorotan tajam juga diarahkan pada fenomena mahalnya ongkos politik dalam Pilkades. Menurutnya, pengeluaran fantastis demi memenangkan kontestasi berisiko melahirkan praktik penyalahgunaan anggaran desa ketika kandidat terpilih menjabat.

“Kalau habis Rp300 juta sampai Rp500 juta tentu tidak nutut. Kalau biaya politik tinggi, ujung-ujungnya bisa korupsi karena gaji kepala desa hanya sekitar Rp5,5 juta,” katanya dengan nada serius.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi alarm bagi para calon kepala desa agar tidak terjebak dalam praktik politik transaksional. Apalagi, sejak dana desa terus meningkat setiap tahun, posisi kepala desa menjadi jabatan strategis yang rawan disalahgunakan apabila tidak dibarengi integritas.

Karena itu, pembekalan terhadap para cakades dinilai penting agar mereka memahami tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan anggaran, hingga etika kepemimpinan di tingkat desa.

“Makanya ada pembekalan supaya nanti bisa menjalankan pemerintahan desa dengan baik dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, menyebut Pilkades serentak 2026 akan diikuti 230 calon kepala desa yang tersebar di 80 desa pada 17 kecamatan.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades berlangsung santun, edukatif, dan bermartabat dengan mengedepankan visi pembangunan desa yang realistis sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kampanye harus santun dan edukatif. Visi misi juga harus mengacu pada potensi serta kebutuhan masyarakat desa,” tandasnya.(Tom)

Tidak ada komentar untuk " 230 Cakades Ikuti Pembekalan, Begini Pesan Bupati Sidoarjo"