Hore! Program Bedah Rumah BSPS di Pasuruan Mulai Bergerak, Material Bangunan Mulai Didistribusikan
Pasuruan, RadarNusa.com – Kabar gembira bagi warga kurang mampu di Kabupaten Pasuruan. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal sebagai program bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mulai memasuki tahap penting. Material bangunan untuk rumah-rumah penerima bantuan kini mulai didistribusikan ke lokasi.
Program yang telah lama dinanti masyarakat ini menjadi secercah harapan bagi keluarga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni. Atap bocor, dinding rapuh, hingga lantai tanah perlahan akan berganti menjadi hunian yang lebih aman dan sehat.
Pada tahap awal, dari total 200 unit rumah yang dinyatakan lolos verifikasi, baru 72 kepala keluarga (KK) yang telah menerima Surat Keputusan (SK) penetapan. Sementara 128 unit lainnya masih menunggu proses administrasi lanjutan di tingkat kementerian.
“Untuk Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan, material bangunan sudah mulai dikirim dari toko bangunan mitra. Sedangkan pelaksanaan pembangunan direncanakan dimulai setelah Hari Raya Iduladha. Sementara di Desa Wonosunyo dan Bulusari, Kecamatan Gempol, saat ini masih dalam tahap penunjukan toko penyedia material,” ujar Ali, staf Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Senin (11/5/2026).
Setiap penerima BSPS memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta per unit rumah. Rinciannya:
- Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan.
- Rp2,5 juta untuk biaya upah tukang.
Meski demikian, program ini tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah. Penerima bantuan juga diwajibkan memberikan kontribusi swadaya, baik dalam bentuk tenaga, material tambahan, maupun dukungan dari keluarga dan tetangga.
Skema ini menjadi ciri khas BSPS, yang tidak sekadar membangun rumah, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Berbeda dengan proyek pembangunan pada umumnya, pelaksanaan BSPS tidak dikerjakan kontraktor. Proses renovasi rumah sepenuhnya dilakukan secara swadaya oleh penerima bantuan dengan dukungan warga sekitar.
Model ini telah menjadi kekuatan utama BSPS selama bertahun-tahun. Pemerintah hanya menyalurkan stimulan, sementara masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan.
Pendekatan tersebut terbukti efektif. Selain menekan biaya, kualitas hasil renovasi juga cenderung lebih baik karena rumah dibangun sesuai kebutuhan pemilik dan diawasi langsung oleh lingkungan sekitar.
Program BSPS merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH). Secara nasional, program ini terus menjadi andalan dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Rumah yang layak dinilai bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi penting bagi kesehatan, pendidikan anak, dan kesejahteraan keluarga.
Bagi puluhan warga Pasuruan, dimulainya dropping material ini bukan hanya distribusi semen, pasir, dan batu bata. Ini adalah tanda bahwa impian memiliki rumah yang lebih layak akhirnya mulai menjadi kenyataan.(Red)

Tidak ada komentar untuk "Hore! Program Bedah Rumah BSPS di Pasuruan Mulai Bergerak, Material Bangunan Mulai Didistribusikan"
Posting Komentar