Jelang Idul Adha, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Dua Hari di Pasrepan, Sembako Dijual di Bawah Harga Pasar
Terminal Wisata Pasrepan dipilih sebagai pusat kegiatan. Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi untuk berburu sembako murah yang disediakan pemerintah daerah bersama sejumlah mitra strategis.
Berbagai komoditas penting dijual dengan harga terjangkau. Mulai dari beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp55 ribu, beras premium Rp70 ribu, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, Minyakita Rp14 ribu per liter, minyak premium Rp17 ribu, telur ayam Rp22 ribu per kilogram, hingga bawang merah dan bawang putih yang dijual lebih murah dari harga pasar.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni menegaskan, pasar murah digelar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Harga kebutuhan pokok sekarang cenderung naik. Karena itu pemerintah hadir memberikan solusi agar masyarakat tetap bisa membeli sembako dengan harga yang lebih ringan,” ujarnya.
Menurut Ghoni, harga yang dijual dalam pasar murah disesuaikan dengan harga distributor sehingga selisihnya cukup signifikan dibanding harga di pasaran umum.
“Contohnya telur ayam di pasaran sudah Rp24 ribu sampai Rp26 ribu per kilogram, di sini dijual Rp22 ribu. Gula pasir di pasar mencapai Rp17.500, sedangkan di pasar murah hanya Rp14 ribu,” jelasnya.
Pelaksanaan pasar murah ini turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari , Rajawalinusindo, DKP3 Kabupaten Pasuruan hingga pelaku usaha lainnya yang ikut mendukung penyediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Selain menyediakan sembako murah, kegiatan ini juga menjadi panggung promosi bagi pelaku UMKM dan IKM lokal. Berbagai produk olahan makanan, kerajinan tangan hingga perabot rumah tangga hasil karya masyarakat Kabupaten Pasuruan dipamerkan dan dijual langsung kepada pengunjung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengatakan pasar murah bukan sekadar agenda ekonomi, tetapi juga strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi sekaligus memperkuat sektor usaha mikro.
“Pemerintah daerah ingin masyarakat terbantu mendapatkan sembako murah, sekaligus memberi ruang bagi UMKM dan IKM agar produk-produknya semakin dikenal luas,” katanya.
Ia menambahkan, pasar murah menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah yang rutin dilakukan menjelang momentum hari besar keagamaan, ketika permintaan kebutuhan pokok meningkat tajam.
Berdasarkan tren nasional, kenaikan harga pangan menjelang Idul Adha umumnya dipicu meningkatnya permintaan masyarakat terhadap beras, gula, minyak goreng, telur dan komoditas hortikultura. Karena itu, operasi pasar dan pasar murah dinilai efektif menjaga stabilitas harga sekaligus mencegah lonjakan inflasi pangan di daerah.
“Harapannya, pasar murah ini benar-benar membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga menjelang Idul Adha dan menjaga kebutuhan pokok tetap terjangkau,” pungkas Yudha.

Tidak ada komentar untuk "Jelang Idul Adha, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Dua Hari di Pasrepan, Sembako Dijual di Bawah Harga Pasar"
Posting Komentar