May Day Kondusif, Pemkab Sidoarjo Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh hingga Pendidikan Anak


Sidoarjo, Radar Nusa
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Sidoarjo berlangsung tertib dan kondusif, Kamis (1/5). Momentum tahunan ini tak sekadar menjadi ruang penyampaian aspirasi, namun juga ajang memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dan kalangan pekerja dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis.

Sebagai salah satu kawasan industri penopang ekonomi di Jawa Timur, Sidoarjo memiliki puluhan ribu tenaga kerja yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, makanan-minuman, hingga industri kreatif. Dinamika ketenagakerjaan yang tinggi menjadikan isu kesejahteraan buruh, kepastian kerja, serta perlindungan sosial sebagai perhatian utama pemerintah daerah.

Kegiatan May Day diawali dengan doa bersama yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, unsur Forkopimda, serta perwakilan serikat buruh. Suasana kebersamaan tersebut menjadi penanda komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah di tengah berbagai tuntutan buruh, seperti kenaikan upah, jaminan kerja, hingga perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa kondusivitas peringatan May Day tahun ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus hadir mengawal berbagai tuntutan pekerja, termasuk dorongan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak.

“Peringatan May Day di Sidoarjo berjalan aman dan kondusif. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mengawal aspirasi buruh, termasuk mendorong lahirnya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang lebih melindungi pekerja,” ujarnya.

Tak hanya soal regulasi, Pemkab Sidoarjo juga memberi perhatian serius pada masa depan keluarga buruh, khususnya di sektor pendidikan. Salah satu langkah konkret yang tengah didorong adalah alokasi kuota sebesar 5 persen bagi anak buruh untuk dapat mengakses pendidikan di sekolah negeri, mulai jenjang SD hingga SMP.

“Anak buruh harus kita pastikan mendapat akses pendidikan yang layak. Ini menjadi perhatian serius dan akan terus kami kawal sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Di sisi lain, aspirasi buruh Sidoarjo dalam peringatan May Day tahun ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan, kepastian status kerja bagi pekerja kontrak, serta penguatan pengawasan terhadap perusahaan agar mematuhi aturan ketenagakerjaan.

Dukungan terhadap gerakan buruh juga ditunjukkan dengan memfasilitasi keberangkatan ratusan pekerja ke Jakarta guna menyampaikan aspirasi di tingkat nasional. Sebanyak 550 buruh diberangkatkan menggunakan 11 unit bus pada 30 April 2026.

Subandi berharap komunikasi yang terjalin antara buruh, pengusaha, dan pemerintah dapat terus diperkuat demi menciptakan iklim ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

“Sinergi ini harus dijaga. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak hanya maju, tetapi juga adil bagi semua,” pungkasnya.(Tom)

Tidak ada komentar untuk "May Day Kondusif, Pemkab Sidoarjo Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh hingga Pendidikan Anak"