Pasuruan Sound Carnival 2026 Guncang Winong, Sound Horeg dan UMKM Jadi Magnet Ribuan Penonton


Pasuruan, RadarNusa.com – Dentuman bass yang menggema hingga ke sudut-sudut desa, sorotan lampu warna-warni, dan lautan penonton yang memadati arena menjadi penanda dimulainya Pasuruan Sound Carnival 2026 di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (16/5/2026).

Festival yang berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (17/5/2026), itu menjadi pesta akbar bagi para pecinta sound horeg, sebuah kultur hiburan khas Jawa Timur yang memadukan sistem audio berdaya besar, musik remix, dan atmosfer karnaval rakyat yang meriah.

Sejak sore hari, denyut kemeriahan sudah terasa. Puluhan vendor audio dari berbagai daerah mulai memamerkan karakter suara terbaik mereka. Setiap sound system hadir dengan identitas masing-masing, ada yang menonjolkan bass tebal yang menghentak dada, ada pula yang mengedepankan kejernihan vokal dan detail musik yang memikat.

Bagi para penggemarnya, sound horeg bukan sekadar hiburan. Ia telah menjelma menjadi subkultur populer yang tumbuh kuat di kawasan tapal kuda dan pantura Jawa Timur, terutama di Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi. Istilah “horeg” sendiri lekat dengan sensasi getaran kuat dari dentuman bass yang membuat tubuh ikut bergoyang.

Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena ini berkembang menjadi industri kreatif rakyat yang melibatkan perakit sound system, operator audio, DJ, kreator konten, hingga pelaku UMKM. Festival-festival seperti ini pun menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang adu kualitas teknologi audio buatan lokal.

Kepala Desa Winong, Amiril, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap Pasuruan Sound Carnival 2026 melampaui ekspektasi panitia.

“Ini adalah bagian dari kegiatan seni. Alhamdulillah, antusiasme warga cukup tinggi. Tidak hanya warga Winong, masyarakat dari luar daerah pun ikut datang mendukung dan meramaikan,” ujarnya.

Menurut Amiril, penyelenggaraan festival ini juga membawa dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.

Sedikitnya 100 pelaku UMKM kuliner ikut meramaikan area sekitar lokasi acara. Aneka makanan dan minuman tersaji di pasar rakyat dadakan yang menjadi magnet tambahan bagi para pengunjung yang datang bersama keluarga maupun komunitas.

“Warga sejak awal memang sangat bersemangat. Pelaku UMKM juga langsung menyerbu pendaftaran untuk ikut berjualan selama dua hari ini,” tambahnya.

Bagi warga Desa Winong, festival tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan momentum untuk memperkenalkan potensi desa kepada khalayak yang lebih luas. Jalan-jalan desa yang biasanya tenang berubah menjadi pusat keramaian dengan arus pengunjung yang terus berdatangan hingga malam.

Puncak kemeriahan diprediksi akan kembali pecah pada Minggu malam (17/5/2026). Sejumlah penampil seperti DJ Pinky Angela, Masyita, dan Nuril dijadwalkan menghibur ribuan penonton dengan pertunjukan musik yang energik.

Pasuruan Sound Carnival 2026 membuktikan bahwa kreativitas masyarakat desa mampu melahirkan sebuah event besar yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Dari dentuman speaker raksasa hingga deretan stan UMKM yang laris diserbu pengunjung, Winong sedang menunjukkan bahwa budaya populer dapat tumbuh berdampingan dengan semangat pemberdayaan masyarakat.

Tidak ada komentar untuk "Pasuruan Sound Carnival 2026 Guncang Winong, Sound Horeg dan UMKM Jadi Magnet Ribuan Penonton"