Uang Saku Seribu Rupiah yang Menghangatkan Hati: Siswa SDN 1 Bulusari Ulurkan Kepedulian untuk Korban Kebakaran
Pasuruan, RadarNusa.com– Di tengah riuh suara anak-anak sekolah dasar, terselip pelajaran paling berharga yang tak selalu ditemukan di buku pelajaran: tentang empati, kepedulian, dan ketulusan.
Pelajaran itu tampak nyata di SDN 1 Bulusari, Senin (11/5/2026). Ratusan siswa dengan polos menyisihkan sebagian uang saku mereka—ada yang seribu rupiah, ada yang dua ribu rupiah—untuk membantu keluarga salah satu teman mereka yang rumahnya hangus dilalap api.
Musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam (9/5/2026) di Dusun Bendomungal, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, menghanguskan rumah milik Dewi Sulastri, wali murid siswa kelas II SDN 1 Bulusari. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik, salah satu penyebab kebakaran rumah tangga yang masih kerap terjadi di Indonesia.
Bagi keluarga korban, peristiwa itu bukan sekadar kehilangan bangunan. Api juga melalap rasa aman dan kenyamanan yang selama ini menjadi tempat berteduh.
Namun di tengah duka tersebut, datang uluran tangan yang sederhana, tetapi begitu berarti. Ketua Komite SDN 1 Bulusari, Habibi, mengatakan penggalangan donasi sengaja melibatkan seluruh siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka dengan sukarela menyisihkan uang saku mereka. Ada yang seribu rupiah, ada yang dua ribu rupiah. Nilainya mungkin kecil, tetapi maknanya sangat besar karena diberikan dengan hati yang tulus,” ujarnya.
Bagi sebagian siswa, seribu rupiah mungkin biasa digunakan untuk membeli jajanan di kantin. Namun hari itu, uang kecil tersebut berubah menjadi simbol solidaritas yang mengajarkan bahwa membantu sesama tidak harus menunggu kaya.
Aksi sosial itu juga mendapat dukungan penuh dari para guru, pengurus komite, dan ketua paguyuban kelas. Mereka turut menyisihkan rezeki untuk membantu meringankan beban keluarga korban, terutama untuk memperbaiki atap rumah yang mengalami kerusakan paling parah.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi kebakaran pada Senin siang. Kehadiran rombongan sekolah bukan sekadar menyerahkan donasi, melainkan juga membawa pesan bahwa keluarga korban tidak menghadapi musibah itu sendirian.
Dalam dunia pendidikan, kegiatan seperti ini memiliki makna yang sangat penting. Selain menanamkan nilai gotong royong, aksi berbagi juga memperkuat pendidikan karakter yang menjadi salah satu fokus utama sekolah dasar.
SDN 1 Bulusari membuktikan bahwa sekolah tidak hanya tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah juga merupakan ruang untuk menumbuhkan hati yang peka terhadap penderitaan orang lain.
Di tangan anak-anak itu, uang saku yang nilainya tak seberapa menjelma menjadi harapan. Dan dari ketulusan mereka, lahir pelajaran sederhana namun mendalam: bahwa kepedulian, sekecil apa pun, selalu mampu menghangatkan mereka yang sedang dilanda musibah.(Tom)

Tidak ada komentar untuk "Uang Saku Seribu Rupiah yang Menghangatkan Hati: Siswa SDN 1 Bulusari Ulurkan Kepedulian untuk Korban Kebakaran"
Posting Komentar